Beberapa benda yang ditemukan disekitar situs Beteng: Pada tahun 1956, Sukadi menemukan tombak pusaka di lokasi tersebut Pada tahun 1958, juru kunci Mat Salam mendapatkan keris Luk Sembilan setelah acara 1 Suro. Pada tanggal 26 Mei 1961, batu lumpang ditemukan di areal sawah Bumisara, yang berjarak hanya ratusan meter dari situs Beteng Pada 5 Juli 1991, batu lumpang dengan ukuran yang hampir sama dengan sebelumnya, cukup besar, ditemukan di sekitar Beteng. Pada Agustus 1991, 2 batu pipisan dan 1 batu gandik ditemukan di pekarangan Sarino, berjarak sekitar 200-an meter dari Beteng. Selain itu, ditemukan pula pecahan keramik Cina, kendi kuno, kepeng Cina, dan lain-lainnya.
Bapak Ngadul Gani, merupakan juru kunci yang saat ini mengurus Situs Beteng. Beliau menggantikan ayahnya Mat Salam yang dulunya juga menjadi juru kunci di Situs Beteng. Ayah beliaulah yang pertama kali menemukan situs beteng pada tahun 1918. Mat Salam datang ke Semboro dari Blitar pada tahun 1918. Tanah lapang yang ia temukan sebagai areal situs memilik luas sekitar 5 ha. Di antaranya terdapat gundukan tanah dan puing-puing tembok dari batu bata kuno. Tingginya mencapai 2,5 meter dan tebal 90 cm. Puing- puing itu seperti bekas bangunan dengan kamar-kamarnya. Diduga puing-puing itu adalah sisa bangunan benteng pada masa lalu. Bapak Ngadul Gani menjadi juru kunci sejak tahun 1974 hingga saat ini, sedangkan ayahnya Mat Salam menjadi juru kunci sejak tahun 1957. Bapak Ngadul Gani, kegiatan kesehariannya sebagai juru kunci adalah mengurus areal Situs Beteng, mulai dari menyapu halaman, menata batu-batu bata yang tercecer di sekitaran situs, dan juga menjaga kelestarian situs. ...